Al Quran Terjemahan Bahasa Tolaki, DPRD Konawe Harapkan Pemda Lakukan Penggandaan

Redaksi
Anggota DPRD Kabupaten Konawe, Abdul Ginal Sambari. (Foto: Istimewa).

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Kitab suci Umat Islam Al Quran di Sulawesi Tenggara (Sultra) kini memiliki terjemahan dalam bahasa daerah Tolaki.

Informasi ini diketahui setelah Puslitbang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi (LKKMO) Badan Litbang dan Diklat (Balitbang Diklat) Kementerian Agama dan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari melakukan Focus Group Discussion (FGD) Pembahasan Hasil Validasi Penerjemahan Al-Qur’an ke dalam Bahasa Tolaki Tahun 2023 di Kendari, Selasa (23/8/2023) lalu.

Pada FGD tersebut, hadir pula Kepala Puslitbang LKKMO Prof Moh Isom, Kepala IAIN Kendari, Husain Insawan, Kepala Balai Diklat Keagamaan Makassar, Juhrah, para Tim Penerjemah, dan Ketua Lembaga Adat Tolaki (LAT).

Ketua LAT Konawe Ginal Sambari mengatakan program Al quran dalam terjemahan bahasa daerah dari kementrian agama ini telah berlangsung lama, dan Sulawesi Tenggara menjadi Provinsi ke 27 yang salah satu bahasa daerahnya (Tolaki) menjadi terjemahan Al Quran.

“Alhamdulillah, kita tentunya patut berbangga, Bahasa daerah kita menjadi terjemahan Al quran dan ini pertama di Sultra,” ujar Ginal saat ditelepon, Jumat (25/8/2023).

Ginal yang juga Ketua Komisi 3 DPRD kabupaten Konawe juga menyebutkan penyusunan Al quran terjemahan bahasa Tolaki ini telah dilakukan selama kurang lebih 2 tahun dan melibatkan pihak-pihak berkompeten.

“Hampir 2 tahun dilakukan perumusan oleh Litbang, IAIN Kendari, Kanwil Agama Provinsi, Ahli tafsir, ahli bahasa, dan Lembaga adat yang fasih bahasa Tolakinya,” sebutnya.

Lanjut Ginal Sambari, dengan adanya Al quran terjemahan bahasa Tolaki ini, Pemerintah
bisa melakukan penggandaan untuk diberikan kepada masyarakat.

“Mungkin saja orang tertarik dengan bahasa Tolaki di Al quran, tetapi sesungguhnya dia sedang mempelajari Al quran dan itu tentunya merupakan amal jariah bagi kita semua yang ikut memperbanyak ataupun sekedar mengajak tentang pentingnya membaca Al Quran,” pungkasnya.

Mereka yang terlibat dalam penerjemahan Al quran, Basrin melamba, Aswin Timbu, Nasran, Jusmar, H Ginal Sambari dan beberapa pengurus Lembaga Adat Tolaki Lainnya. (**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *