Dugaan Penghinaan Suku Pada Skripsi Universitas Muhammadiyah Makassar, Bupati Kery Saiful Konggoasa Minta Masyarakat Tahan Diri

Redaksi
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat melakukan konferensi pers di kediamannya menanggapi dugaan penghinaan suku dalam salah satu skripsi di Universitas Muhammadiyah Makassar, Selasa (11/4/2023). (Foto: Istimewa).

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa menanggapi adanya dugaan penghinaan suku melalui skripsi salah satu mahasiswa Universitas Muhammadiyah Makassar.

Tanggapan itu Ia sampaikan melalui konferensi pers di kediamannya, Selasa (11/4/2023).

Bupati Kery mengimbau kepada seluruh masyarakat Konawe agar menahan diri terkait dugaan penghinaan ini.

“Saya tadi sudah berbicara dengan petinggi Polri dan Kapolda bahwa pelaku penghinaan sudah ditangkap,” ujarnya.

Orang nomor satu di Konawe ini juga menambahkan, agar masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penyelesaian persoalan ini kepada penegak hukum.

Ia menyebut, dirinya bersama para tokoh adat juga bakal bertemu besok dengan Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra).

“Sudah ada jaminan dari TNI, Kapolri,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, Salah satu skripsi yang ditulis JU mahasiswa Jurusan Pendidikan Sosiologi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Makassar pada Tahun 2016 menjadi kontroversial.

Kontroversial itu muncul khususnya di wilayah Sulawesi Tenggara (Sultra) atas adanya karya tulis yang dituding mengangkat isu SARA suku di Sultra.

Dalam skripsi yang berjudul ‘ASUMSI MASYARAKAT BUGIS TERHADAP IDEOLOGI SUKU TOLAKI DI KOLAKA UTARA ‘ sejak Senin (10/4/2023) menimbulkan kegaduhan.

Sejumlah kalangan juga menyayangkan skripsi itu disetujui dan diterbitkan oleh pihak Universitas.

Menanggapi beredarnya skripsi yang dituding mendiskreditkan suku itu, pengurus Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sultra bakal melaporkan yang bersangkutan secara hukum.

“Kami akan melawan dengan melaporkan ini,” kata Sekretaris Jenderal LAT Sultra, Bisman Saranani.

Untuk diketahui, penulis skripsi tersebut mengambil informan sebanyak 12 sampel yang terdiri dari laki-laki dan peremuan
berjumlah 12 orang informan yang terdiri dari 8 laki-laki dan 4 perempuan, informan yang tersebar di Kolaka Utara.

Sementara itu, pihak UMM yang coba dikonfirmasi melalui akun media sosial resmi belum memberikan tanggapan terkait hal ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *