Sultra  

KPU Konawe Usulkan Rp95.7 Miliar Untuk Pilkada Tahun 2024

Ketua KPU Kabupaten Konawe, Wike saat mengikuti pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Pembiayaan Platform Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di DPRD Konawe, Selasa (18/7/2023). (Foto: Kliksultra.id/Arman).

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kabupaten Konawe usulkan sebesar Rp95.7 miliar untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Tahun 2024.

Ketua KPU Konawe, Wike mengatakan, komisioner KPU Konawe sebelumnya telah merancang rincian anggaran yang akan digunakan dalam Pilkada 2024.

Kemudian, lanjut Wike, pihaknya melakukan revisi ulang rincian anggaran tersebut.

“Ada beberapa yang harus diperbaiki misalkan perancangan Covid. Covid kita ketahui sudah tidak ada lagi,” kata Wike saat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Pembiayaan Platform Anggaran Sementara (KUA-PPAS) di DPRD Konawe, Selasa (18/7/2023).

Ia menambahkan, pihaknya juga melakukan revisi pada dana kelompok kerja (Pokja).

Wike menegaskan, rancangan kebutuhan anggaran ini tidak semerta-merta dimasukan nilainya.

“Ada juknis yang kita ikuti yang sesuai. Dari anggaran RAB yang sebelumnya hanya itu saja yang ada perubahan-perubahan,” tambahnya.

Ditempat yang sama, anggota KPU Konawe, Ramdhan Riski Pratama menjelaskan, usulan anggaran sebelumnya sebesar Rp100 miliar.

Kemudian dilakukan revisi serta konsultasi dengan tim anggaran Pemerintah Daerah Konawe.

“Disitu sudah ada beberapa poin yang sudah tidak sinkron kita anggarkan yaitu terkait dana Covid,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, rancangan kebutuhan anggaran ini berdasarkan surat keputusan KPU Nomor 543.

Di mana, format usulan anggaran telah disediakan sisa diisi item dan kebutuhan volume.

“Jadi memang sudah disiapkan oleh KPU RI, kita hanya menyesuaikan dengan kondisi daerah kita,” ungkapnya.

Ramdhan menyebut, dalam pengusulan itu juga terdapat kendala seperti jumlah desa di Konawe.

Kemudian jumlah Pokja yang sebelumnya 18 direvisi menjadi 11 Pokja.

Adapun soal anggaran yang bertambah dari Pilkada sebelumnya, Ramdhan mengatakan, hal disebabkan adanya jumlah pemilih dan tempat pemungutan suara (TPS) serta beban kerja yang bertambah.

“Sehingga yang kita usulkan Rp95.7 miliar, Insya Allah kalau ini didukung, yakin bersama Pemilukada akan sukses, akan melahirkan pemimpin yang betul-betul berkualitas bagi bangsa dan daerah ini,” tandasnya. (*)