Sultra  

Pansel Paskibra Nasional Tingkat Sultra Diduga Terapkan Seleksi Tambahan Diluar Juknis

Pendamping Dhoni Amansyah sekaligus Kepala Bidang Ideologi, Wawasan, Karakter Bangsa Kesbangpol Konawe, Sumartini Untung. (Foto: Kliksultra.id/Arman).

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Panitia Seleksi atau Pansel Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) nasional tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) diduga terapkan seleksi tambahan diluar petunjuk teknis.

Dugaan ini terungkap pasca peserta utusan Kabupaten Konawe bernama Dhoni Amansyah digantikan oleh peserta cadangan dari Kota Baubau.

Pendamping Dhoni Amansyah, Sumartini Untung menerangkan, seleksi terakhir seharusnya pada tahap kesamaptaan dan pantukhir.

“Menurut Juknis (Petunjuk Teknis) itu kesamaptaan tapi karena ditingkat provinsi itu sekaligus pantukhir hari itu juga, malam dibacakan pengumuman disitu,” kata Sumartini, Jumat (14/7/2023).

Ia melanjutkan, sebelum pengumuman itu dibacakan pihak panitia provinsi juga telah menginformasikan kepada pemerintah daerah jika Dhoni Amansyah mewakili Sultra untuk Paskibra Nasional di Jakarta.

Setelah pengumuman itu, panitia menggelar kembali seleksi tambahan sekaligus pembekalan kepada peserta.

Setelah pembekalan, keputusan panitia berbanding terbalik dengan pengumuman sebelumnya.

Di mana, Dhoni Amansyah digantikan oleh Wiradinata Setya Persada yang merupakan seorang putra perwira polisi.

“Admin provinsi sendiri yang kasitahu saya, Dhoni itu urutan kedua harus dikawal, jangan seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Sumartini juga mengungkapkan, pihaknya telah coba melakukan konfirmasi secara langsung terhadap pihak panitia seleksi namun tidak ada tanggapan sama sekali.

“Kalau memang dia (Wira) lebih tinggi nilainya kenapa tidak dari awal disebutkan pada saat selesai seleksi?” tanya dengan nada kesal.

Sumartini juga mempertanyakan sikap pansel yang tidak tegas mengenai pengumuman nama peserta terpilih.

Pasalnya, pihaknya belum menerima informasi resmi dari panitia seleksi dan Kesbangpol Sultra terkait hal ini.

Kabar kedua pelajar asal Baubau terpilih ini mencuat hanya melalui media sosial dan pemberitaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Konawe, Tery Indria saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (14/7/2023). (Foto: Kliksultra.id/Arman).

Sebelumnya diberitakan, Hasil seleksi pasukan pengibar bendera atau Paskibra nasional ditingkat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) disoal sejumlah pihak.

Pasalnya, hasil seleksi yang memunculkan 2 perwakilan asal Kota Baubau itu dinilai tidak sesuai mekanisme.

Seleksi diketahui dilakukan oleh panitia yang terdiri dari berbagai unsur mulai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, TNI/Polri serta Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Sementara, ketua panitia dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Sultra, Asrun Lio.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kesbangpol Konawe, Tery Indria menerangkan, pihaknya belum menerima hasil seleksi dari panitia provinsi pengumuman Paskibra tingkat nasional terpilih asal Sultra.

Namun, kata dia, saat di media sosial telah ramai mengenai hasil seleksi yang memuncul dua nama asal Baubau.

“Kita kan mengutus empat, tiga lolos ditingkat provinsi dan satu lolos ditingkat nasional atas nama Dhoni Amansyah pelajar SMA 1 Unaaha,” kata Tery, Jumat (14/7/2023).

Ia menambahkan, pada 18 Mei 2023 seusai mengikuti seleksi tersebut, panitia mengumumkan secara lisan siapa Paskibraka terpilih menjadi calon inti dan cadangan.

“Pada saat itu disebutkan pada forum itu, inti itu adalah Dhoni Amansyah (Konawe) dengan Nadira pelajar dari Baubau. Kemudian yang cadangan juga ada dari Baubau,” tambahnya.

Namun, lanjut Tery, saat ini kabar yang beredar di media sosial Paskibraka terpilih adalah Wira dan Nadira yang berasal dari Baubau.

Ia menjelaskan, Kesbangpol Konawe juga telah berupaya mengkonfirmasi panitia seleksi hingga Kesbangpol Sultra terkait kabar tersebut.

“Berapa kali kita konfirmasi mereka sama sekali tidak ada tanggapan bahkan kesannya tertutup. Bahkan sampai ada yang tidak mengaktifkan handphonenya,” jelas Tery.

Tery mengungkapkan, pelaksanaan seleksi ini berdasarkan Perpres 51 Tahun 2022.

Di mana, seleksi seharusnya dilaksanakan secara ketat dan online.

“Kita berharap ini bukan seleksi yang abal-abal tetapi seleksi yang betul-betul berkualitas,” ujarnya.

Menurut Tery, berdasarkan hasil seleksi panitia, nilai Dhoni Amansyah mumpuni dan unggul ketimbang peserta lainnya.

“Makanya saya bilang diakhir seleksi itu di Tanggal 18 Bulan Mei itu Dhoni ini sudah diucapkan selamat sama teman-temannya, panitia provinsi,” pungkasnya. (*)