Peran Media Massa Menyongsong Pemilu 2024

Redaksi
Akademisi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr Haslita. (Foto: Kliksultra.id/Arman).

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Salah satu akademisi Sulawesi Tenggara (Sultra), Dr Haslita beberkan peran media menyongsong Pemilu 2024 belum lama ini.

Menurut mantan Ketua Timsel Bawaslu Sultra ini, dalam Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers di pasal 2.

Disebutkan fungsi pers sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial.

“Makanya itulah saya ingin sampaikan kehadiran media sudah diamanahi oleh Undang-Undang,” katanya.

Ia menambahkan, media harus hadir ditengah-tengah masyarakat sebagai kontrol sosial.

Media massa juga, kata dia, harus bekerja dengan berbasis data dalam melakukan pemberitaan.

Haslita mendorong, agar media massa turut mengambil peran pada Pemilu 2024 mendatang.

Selain itu, Haslita mengungkapkan, sejumlah tantangan media massa dalam Pemilu yang akan digelar 14 Februari 2024. Seperti afiliasi terhadap peserta Pemilu.

“Media terafiliasi biasanya karena keluarga, teman, itu tantangan kedepan. Kalau kemudian pers masuk ke daerah situ maka akan menjadi sarana/alat digunakan dalam proses kampanye bukan lagi pemberitaan politik,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pers atau media massa yang bersikap berpartisipasi terhadap figur tertentu atau terafiliasi terhadap satu partai politik tertentu pada Pemilu 2024 juga akan merusak proses demokrasi.

Terlebih, kata Haslita, jika media massa tidak bisa lagi memilah hoaks atau melakukan polarisasi.

Ia berpesan, agar peran yang dilakukan pada Pemilu 2024 nanti dapat bertanggung jawab secara moral dalam proses demokrasi khususnya di Kabupaten Konawe. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *