Opini  

Pilcaleg: Antara Demokrasi dan Uang Politik

Redaksi

Penulis: Muh Syahri Ramadhan (Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Lakidende)

KLIKSULTRA.ID – Pilcaleg (Pemilihan Calon Legislatif) adalah salah satu proses demokrasi yang penting untuk memilih wakil rakyat yang akan duduk di lembaga legislatif. Namun, Pilcaleg seringkali menjadi ajang transaksi politik uang yang merugikan demokrasi. Hal ini terjadi karena adanya ketergantungan calon legislatif pada uang politik untuk membiayai kampanye mereka dan memenangkan suara.

Penggunaan uang politik dalam Pilcaleg sangat merugikan demokrasi karena membuat peran dan suara rakyat menjadi tidak relevan. Pemilih menjadi tidak memilih calon yang sesuai dengan visi dan misi mereka, melainkan lebih memilih calon yang memberikan uang atau iming-iming. Akibatnya, tidak ada jaminan bahwa wakil rakyat yang terpilih benar-benar mewakili kepentingan masyarakat.

Untuk mengatasi masalah ini, KPU harus memperketat aturan dan regulasi dalam Pilcaleg. KPU harus memberikan sanksi yang lebih tegas bagi calon yang terbukti melakukan politik uang, baik itu dalam bentuk denda atau diskualifikasi. Selain itu, perlu ada pendidikan politik yang lebih intensif bagi masyarakat untuk memahami arti penting memilih calon yang berkualitas dan memiliki visi yang jelas.

Dalam Pilcaleg, uang politik memang menjadi masalah yang serius bagi demokrasi. Namun, dengan regulasi yang lebih tegas dan pendidikan politik yang intensif, serta dukungan bagi calon yang berkualitas, kita dapat mengatasi masalah ini dan membangun Pilcaleg yang lebih demokratis, jujur, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *