Sultra  

Pohon Tua di Kelurahan Ranoea Konawe Kerap Makan Korban

Sejumlah pohon tua jenis Trembesi yang ditanam di sepanjang jalan di Kelurahan Ranoea, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. (Foto: Google).

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Pohon tua jenis trembesi yang ditanam di sepanjang jalan di Kelurahan Ranoea, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara kerap makan korban.

Pohon ini kerap tumbang hingga menimpa kendaraan yang melintas di jalan utama ini.

Dalam Bulan September 2023 ini saja, pohon tumbang telah memakan dua korban.

Detik-detik mobil mewah jenis Mitsubishi Pajero di Kelurahan Ranoea, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) tertimpa pohon, Rabu (13/9/2023). (Foto: Tangkapan Layar).

Pertama, kejadian yang terjadi pada Rabu, (13/9/2023) malam lalu.

Pohon yang ada menimpa sebuah mobil mewah jenis Mitsubishi Pajero milik istri Mantan Bupati Konawe, Hj Siti Aminah Razak Porosi.

Kejadian naas itu juga terekam video amatir berdurasi 52 detik.

Tampak mobil mewah dengan Nomor Polisi DT 1610 AR berwarna putih itu mengalami kerusakan pada bagian bodi belakang seusai tertimpa pohon.

Terlihat juga sejumlah warga sekitar datang melihat mobil tersebut.

Akibat kejadian itu juga arus lalu lintas terpaksa terhambat karena pohon yang menutupi satu ruas jalan nasional ini.

Kapolsek Wawotobi, IPTU Hamsar saat dikonfirmasi membenarkan kejadian ini.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Detik-detik seorang pegawai negeri sipil (PNS) bernama Astibar tertimpa pohon di Kelurahan Ranoea, Kecamatan Wawotobi, Kabupaten Konawe, Rabu (27/9/2023). (Foto: Istimewa).

Teranyar, seorang pemotor di Konawe berinisial Astibar warga Kecamatan Wonggeduku, Kabupaten Konawe meninggal dunia seusai tertimpa pohon, Rabu (27/9/2023).

Pria yang berprofesi sebagai pegawai negeri sipil (PNS) ini sempat dilarikan ke BLUD Rumah Sakit Konawe seusai tertimpa pohon tersebut.

Namun, nahas nyawa korban tidak tertolong akibat kecelakaan itu.

Kapolsek Wawotobi, IPTU Hamsar saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan tentang kejadian tersebut.

“Iya benar saat ini kami masih berada di lokasi,” ujarnya.

Mantan Kapolsek Puriala ini menerangkan pohon yang tumbang merupakan pohon yang sudah lapuk dan sangat membahayakan pengendara.

“Ada beberapa pohon yang memang sudah lapuk, kami sudah kordinasi ke pemerintah melalui lurah agar segera dilakukan penebangan dan pembersihan pohon,” jelasnya.

Untuk diketahui, pohon tumbang ini terjadi bukan pada saat hujan turun atau tertiup angin kencang.

Diduga tumbangnya pohon trembesi ini disebabkan usia pohon yang telah tua dan serat kayu yang cukup lunak.

Trembesi adalah pohon yang besar dan tumbuh cepat, mahkota daun menyerupai payung dan lebar, banyak ditanam karena memberi naungan, kayunya tidak terlalu awet, daunnya digunakan sebagai pakan ternak, buahnya berupa polong yang tebal dan berdaging. (*)