Simpan 42 Sachet Sabu di Tupperware, Pemuda Asal Kendari Ini Terancam Penjara Paling Singkat Enam Tahun

Redaksi
Konferensi pers Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari, Senin (15/5/2023). (Foto: Istimewa).

KLIKSULTRA.ID, KENDARI – Satuan Reserse Narkoba Polresta Kendari gelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dengan tersangkap MY (36), Senin (15/5/2023).

Pria yang berprofesi sebagai tukang ojek ini terancam pidana penjara paling singkat enam tahun dan maksimal seumur hidup seusai diduga terlibat dalam peredaran obat terlarang itu.

Kasat Reserse Narkoba Polresta Kendari, AKP Hamka mengatakan, kronologi penangkapan MY bermula Rabu (10/5/2023) sekira pukul 20:00 WITA

“Tim Opsnal Sat Resnarkoba Polresta Kendari mendapat info dari masyarakat bahwa di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia sering terjadi transaksi dan penyalahgunaan Narkotika,” kata AKP Hamka.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, lanjut Hamka, pihaknya menindak lanjuti informasi tersebut.

Pada Kamis (11/5/2023), sekira pukul 15:30 WITA, Anggota Sat Resnarkoba Polresta Kendari mengamankan MY bertempat Di pinggir jalan Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende.

Petugas kemudian melakukan interogasi terhadap MY.

“Dari hasil interogasi tersebut selanjutnya Anggota Sat Resnarkoba melakukan pengembangan di Kamar kos milik MY yang bertempat di Kos Dua Putri,” tambahnya.

Saat kamar kos tersebut digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa 1 buah tupperware warna biru yang berisikan 42 sachet plastik bening yang diduga berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 19.55 gram.

Tiga buah sachet bening kosong, 1 Ball sachet bening kosong, 9 potongan sedotan plastik, 1 buah sendok sabu, 1 buah timbangan digital, 1 handphone merk Oppo.

“MY beserta barang bukti yang ditemukan dibawa ke kantor Satuan Narkoba Polres Kota Kendari guna proses hukum lebih lanjut,” ujar AKP Hamka.

Menurut keterangan MY, Ia mengambil tempelan narkotika jenis sabu tersebut di samping kios di seputaran THR Wua-wua.

MY mengaku mengedarkan atau menempel barang haram itu atas arahan lelaki DK.

Selain itu, MY juga mengakui bahwa sudah 2 kali mengambil tempelan sabu milik lelaki DK.

“MY mengaku di janjikan uang sebesar Rp100 ribu per 1 gram yang Ia edarkan tersebut dengan cara di tempel,” jelas AKP Hamka.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, MY dijerat Pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-Undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun penjara paling lama seumur hidup. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *