STIT Al-Chaeriyah Mamuju Gelar Short Course on Academic Writing 2023 Gandeng 14 PT dan 8 Lembaga Riset

KLIKNESIA.ID, MAMUJU – Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah atau STIT Al-Chaeriyah Mamuju menyelenggarakan Mata Kuliah Penulisan Akademik Tahun 2023.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari 2022.
Manajer program IUCSRS (Indonesian Universities Consortium for Socio-Religious Studies) Ismail Suardi Wekke mengatakan, kegiatan short course di awal tahun 2023 ini bertujuan untuk mengajarkan mahasiswa menulis skripsi yang akan diselesaikan pada semester genap.
“Pada awal tahun dilakukan kegiatan untuk memastikan penulisan skripsi yang dilakukan secara berpasang-pasangan pada semester-semester, sehingga menjadi bekal yang memudahkan dalam penyusunan dan penyelesaian skripsi”, tutur Ismail Suwardi Wekke. juga Rektor STIA Abdul Haris Makassar.
Selain itu, penulis dan peneliti mengungkapkan bahwa mereka menulis makalah penelitian pada tahun 2022 dan akan terus mempublikasikan kegiatan kemahasiswaan dan kemahasiswaan pada tahun 2023. “Diknas Kabupaten Maros akan fokus memberikan kesempatan pendidikan kepada siswa pada tahun 2023,” imbuhnya.
“Sebelumnya, pada pelaksanaan tahun 2022 telah ditulis publikasi penelitian yang dilanjutkan pada tahun 2023 dengan diseminasi kegiatan yang ditujukan kepada mahasiswa dan mahasiswa”, tambah Ismail.
Direktur Program IUCSRS menjelaskan bahwa kegiatan short course ini dilaksanakan bekerja sama dengan 14 universitas anggota APTIKIS dan IUCSRS.
“Kegiatan mata kuliah ini merupakan implementasi kegiatan dari kerjasama 15 universitas anggota APTIKIS dan IUCSRS,” jelas Ismail.
“Jaringan IUCSRS merupakan kerjasama universitas yang diinisiasi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Maros bersama dengan STAI DDI di Maros, dimana jaringan ini awalnya didirikan di seminari Universiti Malaya di Kuala Lumpur pada tanggal 8 November 2022,” imbuhnya. Diketahui, kegiatan Short Course ini akan dilakukan secara daring (web) dalam waktu 3 hari 13-15.01.2023.
Kegiatan mata kuliah ini tidak hanya menawarkan mata kuliah penulisan akademik, tetapi juga diawali dengan kuliah umum dan diakhiri dengan orasi ilmiah, yang meningkatkan dampak akademik dari kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini untuk mahasiswa karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa antara semester ganjil dan genap berikutnya untuk meningkatkan kemampuan menulis yang akan menjadi bagian dari studi mereka di semester berikutnya,” ujarnya.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari pengembangan keterampilan mahasiswa di luar perkuliahan,” jelas sekretaris Dewan Pendidikan Maros ini.
Berdasarkan wawancara dengan Ismail Suwardi Wekke yang juga seorang dosen dan peneliti, diketahui bahwa materi dalam mata kuliah penulisan akademik ini memiliki materi yang mendukung keterampilan peserta dan memudahkan dalam menulis, seperti materi menulis dengan menggunakan aplikasi Mendeley. ‘. Beberapa materi yang disampaikan juga dari narasumber sastrawan berpengalaman dari beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta ternama di Indonesia. (*)