Ternyata Ada Dua Jenis Video Syur di Morosi Konawe yang Beredar di Medsos

Dua video syur yang diduga dilakukan oleh karyawan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. (Foto: Tangkapan Layar).

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Ternyata ada dua jenis video syur yang diduga dilakukan oleh karyawan di kawasan industri Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.

Dua video yang beredar itu memiliki durasi yang berbeda.

Video yang pertama tersebar di aplikasi WhatsApp berdurasi 2 menit 50 detik.

Video kedua yang tersebar berdurasi 3 menit 25 detik dengan pose yang berbeda dari video pertama.

Sementara itu, pemeran pria dalam video syur yang diduga dilakukan oleh pekerja di Morosi, Kabupaten Konawe melarikan diri pasca beredarnya video tersebut.

Hal ini diungkap Kapolsek Bondoala, AKP Agus Darmanto saat dikonfirmasi kliksultra.id, Kamis (18/5/2023).

“Iya (melarikan diri), untuk pemeran laki-laki sampai sekarang tidak ada ditempat dan tidak diketahui keberadaannya,” katanya melalui pesan whatsapp.

Video adegan syur diduga dilakukan karyawan di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe. (Foto: Tangkapan Layar).

Sebelumnya diberitakan, beredar video syur yang diduga dilakukan oleh pekerja di kawasan industri Morosi, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Video itu tersebar di aplikasi pesan WhatsApp sejak Kamis (18/5/2023).

Dalam video berdurasi 2 menit 50 detik itu tampak seorang pria dan wanita sedang beradegan layaknya pasangan suami istri di sebuah gudang.

Video itu juga diduga direkam oleh pekerja lainnya yang mengetahui aksi kedua pekerja itu melalui lubang atau fentilasi.

Tampak, kedua pekerja itu bercinta dengan hanya menggunakan alas kardus bekas serta handuk berwarna ungu.

Informasi yang dihimpun Kliksultra.id, pemeran perempuan dalam video itu merupakan pekerja berinisial L (37).

Sedangkan pemeran pria dalam video itu merupakan pekerja asing berinisial W.

Kapolsek Bondoala, AKP Agus Darmanto yang dikonfirmasi membenarkan dugaan beredarnya video syur itu.

“Infonya begitu, management yang ambil alih,” katanya melalui pesan whatsapp.

Ia juga menjelaskan, terkait beredarnya video itu hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan resmi.

“Untuk laporan resmi ke Polsek belum ada,” jelasnya. (*)