KLIKSULTRA.ID, KONAWE — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menjajaki kerja sama strategis dengan raksasa agribisnis PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPI).
Langkah ini diambil untuk mewujudkan swasembada pangan daerah. Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T. memimpin langsung kunjungan kerja ke kantor PT CPI di Kawasan Industri Makassar (KIMA) pada Sabtu (11/7/2026).
Kedatangan rombongan disambut oleh Regional Head Eastern Indonesia 1 (EI 1) Ir. Hadi Widajad, S.Pt., IPU., ASEAN Eng, dan General Manager Human Capital Personal General Affair Wilayah Indonesia Timur Baso Alim Bahri.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Yusran memaparkan potensi pertanian Konawe yang memiliki luas areal sawah dan perkebunan di atas 55.000 hektare. Pengairan wilayah ini didukung oleh Bendung Wawotobi berkapasitas 18.000 hektare dan Bendungan Ameroro seluas 3.363 hektare. Pemkab Konawe juga mewajibkan setiap desa menyiapkan 10 hektare lahan jagung pakan mulai tahun 2026. Langkah ini didukung harga jagung pasaran yang kini menembus Rp5.000 per kilogram.
”Masyarakat Konawe umumnya senang mengonsumsi daging ayam,” ujar Bupati Yusran. Ia mengungkapkan, Konawe kerap mengalami kelangkaan telur dan daging ayam sehingga pasokan harus didatangkan dari Kolaka dan Sidrap di Sulawesi Selatan.
Pertemuan tersebut membahas rencana pembangunan kawasan peternakan unggas terintegrasi seluas 5 hektare untuk ayam pedaging dan petelur. Proyek ini menjadi program prioritas visi “Konawe Bersahaja” demi mendorong hilirisasi agribisnis. Pemkab Konawe akan memfasilitasi infrastruktur jalan, air bersih, pengelolaan sampah, kemudahan izin, hingga pusat edukasi peternak.
”Banyak kandang tutup dan terbengkalai. Sudah investasi ratusan juta, beroperasi 6 bulan, malah tutup. Sementara peluang pasar telur dan ayam pedaging itu besar sekali,” ungkapnya.
Bupati Yusran juga menyoroti peningkatan konsumsi dari program Makan Bergizi Gratis yang memerlukan stabilitas pasokan demi mencegah inflasi.
”Kami pemerintah daerah sebagai fasilitatornya,Ini akhirnya membuat supply dan konsumsi kita besar,” ungkapnya.
”Tugas saya sebagai kepala daerah setiap hari monitoringnya. Senin sampai Minggu, tolong jangan sampai bahan bakunya kurang. Kalau kurang, cenderung jadi inflasi,” jelasnya.
General Manager Human Capital Personal General Affair PT CPI Wilayah Indonesia Timur, Baso Alim Bahri, menyambut baik inisiatif ini.
Manajemen PT CPI memaparkan kesiapan pabrik mereka dalam menyerap hasil pertanian. Pabrik Makassar memiliki kapasitas produksi pakan 450.000 ton per tahun dan mampu menerima jagung 2.200 ton per hari. Sementara pabrik baru di Maros mampu memproduksi pakan 600.000 ton per tahun serta menyerap jagung 2.000 ton per hari. Total serapan jagung dari kedua pabrik tersebut mencapai 4.200 ton per hari. (*)









