KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe menyerahkan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada 29 Aparatur Sipil Negara (ASN).
Bupati Konawe Yusran Akbar menyematkan langsung tanda kehormatan tersebut di Pendopo Kantor Bupati Konawe, Sabtu (15/8/2026).
Penghargaan merujuk pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto.
Penganugerahan ini masuk dalam agenda peringatan HUT Ke-81 RI. Negara memberikan apresiasi atas pengabdian ASN selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Bupati Yusran Akbar menegaskan penghargaan tersebut murni hasil kerja keras para pegawai.
”Pemberian penghargaan ini bukanlah hadiah, akan tetapi merupakan hasil karya Saudara-saudari atas pengabdian selama berkarir sebagai Pegawai Negeri Sipil,” ujar Bupati di hadapan para penerima penghargaan dan undangan yang hadir.
Proses penetapan penerima penghargaan melalui tahapan seleksi ketat. Usulan berjenjang dikirim ke Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Sekretariat Negara, hingga terbit Keputusan Presiden.
”Walaupun penghargaan ini tidak dalam bentuk materi, namun dalam pandangan saya, penghargaan ini memiliki keistimewaan yang tidak ternilai harganya karena tidak semua Pegawai Negeri Sipil memiliki kesempatan untuk mendapatkan penghargaan dari Kepala Negara atau Presiden,” tegasnya.
Bupati Yusran Akbar menyampaikan tiga amanat penting. Pertama, ASN wajib mempertahankan semangat kerja di tengah tantangan yang makin berat.
”Tugas-tugas kita ke depannya semakin berat, tantangannya lebih berat lagi. Tetap kita harus melaksanakan pelayanan yang lebih baik lagi,” pesannya.
Kedua, pegawai harus memperkuat kualitas pelayanan publik agar masyarakat merasa nyaman.
”Kalau daerah kita nyaman, bersih, ramah, datang tamu-tamu, pasti orang datang lagi. Itu modal utama Bapak, Ibu-ibu. Namanya di pelayanan publik ini,” ujarnya.
Ketiga, ASN wajib menjaga stabilitas dan kenyamanan wilayah Kabupaten Konawe.
Bupati juga menekankan pentingnya bimbingan senior kepada junior melalui program Training of Trainer (TOT).
”Yang diharapkan adalah transfer ilmu kepada juniornya. Transfer pengetahuan, transfer kemampuan kepada junior-junior yang bekerja,” tegas Bupati.
Beliau meminta ASN senior terbuka membagikan pengalaman kerja.
”Semakin dia transfer ilmunya kepada anak didik, dia semakin pintar dia, semakin cerdas. Kalau kita pelit-pelit pengetahuan, makin bego kita, karena aku simpan sendiri,” ujarnya dengan gaya komunikasi yang lugas dan dekat dengan audiens.
Bupati turut mengingatkan bahaya ego sektoral di instansi pemerintah.
”Kadang-kadang yang membuat kita lemah, kelihatan sombong, kelihatan angkuh adalah ego sektoral. Tinggalkan ego-ego yang terlalu egois,” pesannya.
Satyalancana Karya Satya menjadi simbol kesetiaan, kejujuran, kecakapan, dan kedisiplinan PNS. Sebanyak 29 ASN tercatat menerima penghargaan tahun ini.
Tiga penerima kategori pengabdian 30 tahun adalah Rosnawati (Kepala UPTD Puskesmas Laosu), Harmoni (Dukcapil), dan Ahmad Mahfur (BPKAD). Dua penerima kategori 20 tahun yakni Sumanti (Sekretaris DPRD Konawe) dan Hajah Nuhartin (Bappeda). Kategori 10 tahun diberikan kepada 24 pegawai dari pelbagai dinas, badan, sekolah, hingga puskesmas.
”Jadikanlah semangat berkarya dalam memotivasi diri sebagai wujud profesionalisme sebagai abdi negara dan abdi masyarakat. Dengan penghargaan Satyalancana Karya Satya yang telah diterima, akan semakin memacu semangat dan meningkatkan karya bakti Saudara-saudari,” tutupnya.
Bupati mendorong seluruh ASN terus memberikan kontribusi nyata bagi daerah.
”Dalam upaya untuk menjadi bangsa yang kuat dan maju, marilah kita terus berkarya bagi bangsa dan negara terutama untuk daerah yang kita cintai Kabupaten Konawe.Jangan bertanya apa yang Saudara-saudari peroleh dari pengabdian kepada negara dan daerah, tetapi mengevaluasi apa yang menjadi sumbangsih Saudara-saudari sebagai abdi negara dan abdi masyarakat,” pungkasnya. (*)









