KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Ada perjalanan yang tidak cukup hanya diukur dengan jarak dan waktu. Ada perjuangan yang tidak seluruhnya tertangkap kamera.
Ada pula kelelahan, suka duka, dan pengalaman yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang menjalaninya.
Selama kurang lebih 13 hari, sebanyak 20 peserta Ekspedisi Latoma-Routa Bersahaja menempuh perjalanan panjang dari Latoma menuju Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Mereka meninggalkan kenyamanan, menghadapi kerasnya medan pedalaman, menguras tenaga, serta menguji ketahanan fisik dan mental demi menuntaskan satu misi: mencapai kawasan Puncak Gunung Hiuka dengan seluruh peserta dalam keadaan selamat.
Kamis (5/11/2026), perjuangan panjang tersebut akhirnya mencapai titik akhir. Sebanyak 20 peserta ekspedisi tiba dengan selamat di Posko Puncak Gunung Hiuka, Desa Tanggola, Kecamatan Routa.
Kedatangan mereka disambut langsung Wakil Bupati Konawe, H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si. Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh sukacita.
Senyum, tepuk tangan, serta kebahagiaan terpancar setelah belasan hari rombongan melewati perjalanan yang penuh tantangan.
Bagi para peserta, momen tersebut bukan sekadar keberhasilan mencapai tujuan. Lebih dari itu, ada rasa lega karena seluruh anggota rombongan berhasil melewati perjalanan panjang tanpa kehilangan satu pun anggota.
Ekspedisi Latoma-Routa Bersahaja sendiri dimulai pada Sabtu (24/10/2026). Sebelum meninggalkan Latoma, seluruh peserta terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan menghadapi perjalanan.

Mereka menyadari bahwa jalur yang akan dilalui bukanlah medan biasa. Perjalanan di kawasan pedalaman membutuhkan kesiapan fisik, ketahanan mental, kedisiplinan, serta kekompakan seluruh anggota tim.
Hari demi hari dilalui dengan berbagai pengalaman. Ada kelelahan yang harus ditahan, medan yang menuntut kewaspadaan, serta beragam suka duka yang menjadi bagian dari perjalanan.
Namun, semangat untuk terus melangkah tetap terjaga. Dalam ekspedisi seperti ini, kekuatan tidak hanya diukur dari kemampuan seseorang bertahan menghadapi medan, tetapi juga dari kepedulian untuk saling membantu dan menguatkan.
Salah satu momen penting terjadi pada Selasa (3/11/2026) malam. Sekitar pukul 20.40 Wita, tim ekspedisi dari Latoma bertemu dengan tim ekspedisi logistik dari Routa di Safanah Padang Lawali.
Dalam pertemuan tersebut, seluruh 20 peserta dilaporkan berada dalam keadaan aman dan sehat walafiat. Pertemuan ini sekaligus menjadi kabar melegakan bagi pihak yang mengikuti perkembangan perjalanan ekspedisi.
Dukungan tim logistik menjadi bagian penting dalam keberlangsungan misi. Sebab, keberhasilan sebuah ekspedisi tidak hanya ditentukan oleh mereka yang berada di garis perjalanan, tetapi juga oleh koordinasi dan dukungan dari tim yang bekerja di belakangnya.
Di balik perjalanan panjang tersebut, Ekspedisi Latoma-Routa juga membawa misi penelusuran jalur sejarah.
Tim ekspedisi sebelumnya menelusuri jalur darat yang menghubungkan Desa Nesowi, Kecamatan Latoma, dengan Desa Tanggola, Kecamatan Routa.
Jalur tersebut diyakini sebagai bekas akses peninggalan zaman Belanda sekaligus rute yang pernah digunakan oleh para leluhur.

Dalam penelusuran tersebut, sejumlah data turut dicatat, meliputi ketinggian wilayah, tingkat kemiringan medan, hingga jarak tempuh sepanjang jalur yang dilalui.
Pendataan ini menjadi bagian penting untuk mengenali karakteristik jalur penghubung antarkawasan sekaligus mendokumentasikan jejak sejarah yang masih tersimpan di pedalaman Konawe.
Setelah melewati berbagai tantangan, rombongan akhirnya tiba di Posko Puncak Gunung Hiuka pada Kamis (5/11/2026).
Penyambutan oleh Wakil Bupati Konawe menjadi momen yang menandai berakhirnya perjalanan panjang tersebut.
Atribut Ekspedisi Latoma-Routa 2026 yang dikenakan para peserta menjadi saksi perjalanan yang telah mereka lalui. Tidak semua kelelahan bisa diabadikan melalui kamera. Tidak semua perjuangan dapat diceritakan dengan kata-kata.
Namun, pengalaman selama 13 hari itu tentu akan menjadi kenangan yang melekat bagi setiap peserta.
Ekspedisi Latoma-Routa Bersahaja akhirnya bukan hanya meninggalkan jejak perjalanan dari Latoma menuju Routa.
Misi ini juga membawa cerita tentang penelusuran jalur sejarah, keberanian menghadapi medan pedalaman, ketangguhan, kedisiplinan, dan arti penting kebersamaan.
Tiga belas hari penuh suka duka telah mereka lalui. Belasan hari menguji batas kemampuan dan kekuatan untuk terus melangkah.
Hingga akhirnya, seluruh perjuangan itu terbayar di Puncak Gunung Hiuka. (**)









