KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe terus mengupayakan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui berbagai program inovasi serta strategi promosi destinasi secara terpadu. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan daya tarik wisata daerah sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Konawe, Mudarman, S.Sos., M.Si., menyampaikan hal tersebut saat memberikan keterangan kepada awak media di Unaaha, belum lama ini.
Salah satu upaya yang sedang dipersiapkan adalah pengembangan sistem informasi berbasis teknologi. Platform tersebut nantinya dimanfaatkan sebagai sarana publikasi untuk memperkenalkan berbagai potensi dan destinasi wisata unggulan Konawe kepada masyarakat secara lebih luas.

Beberapa destinasi yang masuk dalam prioritas promosi di antaranya Kolam Air Panas Sonai dan Puncak Ahuawali di Kecamatan Puriala. Kemudian Air Terjun Batu Lapis Garuda di Desa Garuda, Air Terjun Kumapodahu di Desa Lerehoma, Kecamatan Anggaberi, serta kawasan Pantai Toronipa dan Pulau Bokori di Kecamatan Soropia. Pengembangan destinasi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan pendapatan daerah.
Selain mengoptimalkan potensi alam, pengembangan pariwisata juga diarahkan pada penguatan kebudayaan lokal. Perpaduan antara daya tarik wisata dan kekayaan budaya daerah dinilai menjadi strategi penting untuk memperkenalkan identitas pariwisata Konawe hingga menjangkau pasar nasional.
“Salah satu terobosan utamanya, kita merancang kalender event pariwisata dengan target pelaksanaan event setiap bulannya, yang mulai diterapkan tahun 2027 mendatang. kalender event ini diharapkan bisa menciptakan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ungkapnya dikutip dari laman persadakita.id.

Dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan destinasi, Pemerintah Kabupaten Konawe juga telah membentuk dua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) melalui peraturan bupati yang telah disetujui. Kedua unit tersebut masing-masing UPTD Pariwisata Bahari dan UPTD Pariwisata Alam.
UPTD Pariwisata Bahari diarahkan untuk mengembangkan kawasan wisata pesisir secara terintegrasi. Wilayah pengembangannya mencakup Pulau Bokori, Pulau Saponda, Pantai Toronipa, kawasan Batugong (Pintu 1), hingga Tambawatu (Pintu 2) yang membentang dari Soropia sampai Longgasumeto. Kawasan tersebut juga direncanakan terhubung dengan pengembangan pusat perikanan terpadu.
Sementara itu, UPTD Pariwisata Alam akan mengonsentrasikan program pengembangan pada potensi agrowisata atau wisata berbasis pertanian serta destinasi air terjun yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Konawe.
Peluang pengembangan pariwisata daerah turut diperkuat dengan hadirnya investasi dari pihak asing. Seorang warga negara Amerika Serikat dilaporkan telah menanamkan modalnya di kawasan wisata Lalonggasumeto melalui pembangunan sejumlah fasilitas, termasuk vila dan restoran.
Di sisi lain, upaya memperluas jaringan pemasaran destinasi juga dilakukan melalui penjajakan konektivitas antarkawasan wisata dan peluang kolaborasi promosi untuk menjangkau wisatawan. Salah satu pihak yang dijajaki dalam kerja sama tersebut adalah Asosiasi Pariwisata Nasional (ASITA).
Untuk mengetahui kesiapan destinasi dalam menerima kunjungan wisatawan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Konawe turut melaksanakan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi. Dua resort yang menjadi bagian dari kunjungan tersebut adalah Wawo Ventures dan Delisha Resort di Desa Nii Tanasa.
Kedua akomodasi wisata tersebut menawarkan pengalaman menginap dengan memadukan panorama kawasan pantai dan fasilitas modern. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi sarana dan prasarana, kelengkapan fasilitas penunjang, serta kesiapan pengelola dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.
Langkah evaluasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan destinasi sekaligus mempersiapkan kawasan wisata Konawe agar semakin mampu menarik kunjungan wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. (**)









