KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Seorang pria berinisial Maruf Sola (56) diduga membakar rumahnya sendiri di Desa Labela, Kecamatan Besulutu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (9/10/2026) sekitar pukul 09.30 Wita.
Kebakaran tersebut diduga dipicu persoalan rumah tangga yang berujung pada pertengkaran mulut dengan tetangganya yang juga menjabat sebagai Kepala Desa Labela, Damadi.
Akibat kejadian tersebut, rumah beserta sejumlah barang berharga di dalamnya hangus terbakar. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp250 juta. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu karena rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi.
Kasatreskrim Polres Konawe, AKP La Ode Jefri Hamzah, menjelaskan bahwa berdasarkan informasi awal yang dihimpun, sebelum kebakaran terjadi, Maruf sedang mencari istrinya, Mulia Listiana, untuk mempertanyakan keberadaan buku nikah.
Dalam proses tersebut, Maruf diduga mencurigai Damadi karena dianggap sengaja menyuruh istrinya menghindar. Situasi kemudian memanas hingga keduanya terlibat adu mulut.
Maruf disebut sedang dalam kondisi emosional setelah mendapati istrinya berduaan dengan pria lain pada Kamis (8/10/2026). Dalam situasi tersebut, Maruf sempat mengancam akan membakar rumahnya sendiri.
“Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun, yang bersangkutan sempat mengatakan akan membakar rumahnya setelah terlibat pertengkaran mulut dengan tetangganya,” terang AKP La Ode Jefri Hamzah.
Setelah pertengkaran itu, Damadi meninggalkan lokasi. Maruf kemudian masuk ke dalam rumah dan diduga membakar kain gorden di ruang tengah serta kasur spring bed di kamarnya menggunakan korek gas.
Tak lama kemudian, Maruf keluar dan berdiri di halaman rumah. Sementara itu, seorang warga bernama Marwaida yang hendak menjemput anaknya melihat kepulan asap tebal keluar dari bagian atap tengah rumah tersebut.
Marwaida kemudian menghubungi suaminya dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Warga yang berdatangan berupaya mencegah kobaran api merambat ke rumah-rumah di sekitarnya.
Namun, besarnya kobaran api membuat warga tidak sempat menyelamatkan perabotan maupun barang-barang yang berada di dalam rumah.
Sejumlah barang dilaporkan ikut terbakar, di antaranya satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter dalam kondisi rusak, tiga tabung gas, lima kasur spring bed, tujuh lemari kayu, dua unit televisi, dua unit kulkas, satu mesin cuci, serta dokumen penting milik Maruf, istri, dan anaknya.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut karena rumah dalam keadaan kosong saat kebakaran terjadi. Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp250 juta,” jelas AKP La Ode Jefri Hamzah.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing emosi ketika menghadapi persoalan pribadi maupun rumah tangga.
“Setiap permasalahan diharapkan diselesaikan melalui komunikasi yang baik serta tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” imbaunya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mengendalikan emosi ketika menghadapi konflik. Masyarakat diharapkan mengutamakan komunikasi dan penyelesaian masalah secara baik agar tidak menimbulkan kerugian maupun membahayakan keselamatan orang lain. (*)










