Hasil Uji Lab Makanan MBG Keluar, Pemkab Konawe dan BGN Perketat Pengawasan

Avatar photo
​Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, memberikan keterangan pers terkait penanganan dan hasil uji laboratorium sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

KLIKSULTRA.ID, ​KONAWE – Pemerintah Kabupaten Konawe menyampaikan hasil uji laboratorium terkait kasus gangguan kesehatan siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (25/9/2026).

Pemeriksaan laboratorium menemukan kontaminasi bakteri Total coliform dan E. coli pada sampel kuah serta pentolan bakso. Sementara itu, sampel nasi, sayur, dan pisang berada dalam kondisi aman.

​Seluruh siswa terdampak dilaporkan telah pulih dan kembali ke rumah. Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, menyampaikan permohonan maaf resmi atas kejadian ini.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, memberikan keterangan pers terkait penanganan dan hasil uji laboratorium sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​“Atas nama pemerintah daerah dan selaku Ketua Satgas MBG Kabupaten Konawe, kami menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga dan para siswa yang terdampak atas kejadian tersebut,” ujar Sekda.

​Guna mencegah kejadian berulang, Pemkab Konawe memperketat standar keamanan pangan dari hulu ke hilir.

Pengawasan ketat diterapkan pada pengadaan bahan baku, pengolahan di dapur MBG, hingga penyimpanan makanan di sekolah.

Pengelola dapur, pihak sekolah, serta UMKM mitra wajib mematuhi SOP sanitasi secara berkala.

​Badan Gizi Nasional (BGN) menindak tegas temuan ini dengan membekukan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait selama 20 hari.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Kendari, Mulyani, memastikan BGN menanggung seluruh biaya pengobatan siswa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, memberikan keterangan pers terkait penanganan dan hasil uji laboratorium sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​“Atas nama Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi Kendari dan Badan Gizi Nasional, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam serta permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang dialami anak-anak kita yang menerima layanan MBG,” ujarnya.

​BGN bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe kini mengaudit total 26 SPPG di wilayah Konawe.

Evaluasi menyeluruh mencakup kelayakan sarana, pengelolaan limbah IPAL, kompetensi SDM, hingga kualitas rantai pasok bahan makanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Ferdinand, memberikan keterangan pers terkait penanganan dan hasil uji laboratorium sampel makanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

​“Seluruh langkah ini penting untuk memberikan layanan terbaik dalam Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Konawe demi mendukung terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya. (*)