Pemkab Konawe Perkuat Pengelolaan Sampah Berbasis 3R

Avatar photo
Bupati Konawe Yusran Akbar saat meninjau sarana pengelolaan sampah di Kelurahan Mataiwoi.

KLIKSULTRA.ID, KONAWE – Bupati Konawe H. Yusran Akbar, S.T., mendorong seluruh perangkat daerah dan masyarakat memperkuat pengelolaan sampah dengan menerapkan prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Hal itu disampaikan saat Yusran meninjau sarana pengelolaan sampah di Kelurahan Mataiwoi, Kabupaten Konawe pada Senin (19/10/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung pemanfaatan sarana pengolahan sampah. Pemerintah Kabupaten Konawe ingin memastikan fasilitas yang tersedia dapat digunakan secara optimal. Upaya itu juga diarahkan untuk mengurangi jumlah sampah sejak dari sumbernya.

Bupati Konawe Yusran Akbar saat meninjau sarana pengelolaan sampah di Kelurahan Mataiwoi.

Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) yang dipaparkan dalam kegiatan tersebut menunjukkan volume sampah yang masuk ke TPA Mataiwoi masih cukup besar. Per 8 Agustus 2026, rata-rata sampah yang diterima mencapai 23,8 ton per hari.

Sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir itu terdiri atas berbagai jenis. Di antaranya sampah organik, plastik, logam, kaca, material anorganik lainnya, serta residu. Pelayanan pengelolaan sampah tersebut mencakup enam kecamatan

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah. Pengelolaan tidak hanya berkaitan dengan pembuangan akhir. Prosesnya mencakup pengumpulan, pengangkutan, pemilahan, hingga pengolahan sampah.

Yusran menilai persoalan tersebut membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah daerah, aparatur sipil negara (ASN), pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta masyarakat memiliki peran dalam mengurangi sampah.

Menurutnya, kebiasaan menjaga kebersihan harus dilakukan melalui tindakan nyata. Masyarakat juga perlu membiasakan diri mengurangi sampah dan membuangnya pada tempat yang telah disediakan.

Bupati Konawe Yusran Akbar saat meninjau sarana pengelolaan sampah di Kelurahan Mataiwoi.

Yusran juga meminta sarana dan peralatan pengolahan sampah yang sudah tersedia dioptimalkan. Pemanfaatan fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah yang akhirnya dibawa ke TPA.

Pengembangan fasilitas pendukung akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah akan menyesuaikannya dengan kebutuhan dan kemampuan anggaran. Penguatan fasilitas juga diarahkan ke kawasan strategis dan kawasan pariwisata.

Penerapan prinsip 3R menjadi salah satu upaya yang didorong pemerintah daerah. Reduce dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, terutama plastik sekali pakai.

Selanjutnya, reuse dilakukan dengan menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan. Sementara itu, recycle dilakukan dengan mendaur ulang sampah menjadi barang atau produk yang dapat digunakan kembali dan memiliki nilai ekonomi.

Pengelolaan sampah juga tidak hanya menyangkut sampah rumah tangga. Yusran mengingatkan adanya jenis limbah lain yang membutuhkan penanganan khusus. Salah satunya limbah medis, seperti obat-obatan kedaluwarsa dan alat suntik bekas.

Limbah medis harus dikelola sesuai ketentuan yang berlaku. Penanganan yang tepat diperlukan untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan masyarakat sekaligus mencegah pencemaran lingkungan.

Edukasi tentang pemilahan sampah juga perlu diperluas. Sekolah, perkantoran, desa, dan kelurahan dinilai dapat menjadi lingkungan penting untuk membangun kebiasaan tersebut.

Bupati Konawe Yusran Akbar saat meninjau sarana pengelolaan sampah di Kelurahan Mataiwoi.

Pembentukan kebiasaan sejak dini menjadi bagian dari upaya pengurangan sampah. Masyarakat diharapkan mulai memilah dan mengelola sampah dari lingkungan masing-masing.

Yusran juga mendorong setiap kecamatan menyusun langkah konkret untuk menekan jumlah sampah yang dikirim ke TPA Mataiwoi. Target tersebut dapat dilakukan melalui pengurangan sampah dari sumbernya.

Enam kecamatan yang menjadi cakupan pelayanan dapat mengambil peran dalam upaya tersebut. Jika setiap kecamatan mampu mengurangi satu ton sampah per hari, total sampah yang dapat ditekan mencapai enam ton setiap hari.

Pengurangan tersebut dinilai dapat membantu menekan beban TPA. Upaya itu juga memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat sumber sebelum sampah masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Selain berdampak terhadap lingkungan, pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat ekonomi. Sampah yang telah dipilah dapat dimanfaatkan sebagai bahan daur ulang. Sebagian jenis sampah juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai jual.

Pemanfaatan tersebut membuka peluang kegiatan ekonomi masyarakat. Sampah yang sebelumnya menjadi beban dapat dikelola menjadi bahan yang masih memiliki manfaat.

Yusran menegaskan bahwa persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu organisasi perangkat daerah. Setiap perangkat daerah perlu mengambil bagian sesuai peran masing-masing.

“Persoalan sampah ini bukan hanya menjadi tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh perangkat daerah,” ujar Yusran Akbar dalam arahannya.

Pemerintah Kabupaten Konawe selanjutnya mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis 3R. Langkah tersebut diarahkan untuk membangun sistem pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya. Pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, penggunaan kembali, dan daur ulang diharapkan dapat berjalan bersama dengan optimalisasi sarana pengolahan sampah.

Dengan volume sampah yang mencapai rata-rata 23,8 ton per hari di TPA Mataiwoi, upaya pengurangan dari setiap kecamatan menjadi salah satu langkah yang didorong pemerintah daerah. Target pengurangan dari sumber diharapkan dapat membantu mengurangi sampah yang masuk ke TPA sekaligus mendukung lingkungan Konawe yang bersih dan berkelanjutan. (**)